12/30/2014

Aksi Nekat Remaja Rusia Selfie di Hongkong




Alexander Remnev keliling dunia bersama tiga temannya untuk berfoto selfie di gedung-gedung pencakar langit. Aksi nekat mereka terakhir adalah di bangunan tertinggi di Hong Kong, termasuk The Center tower. 

Remnev mengaku target dari aksi nekatnya adalah melihat kota-kota di dunia dari 'sudut pandang' yang berbeda.

Hobi dari fotografer nekat ini tergolong ilegal, tapi para remaja dari Rusia ini memiliki taktik licik untuk tidak cari masalah dengan pihak berwenang setempat, cukup dengan bersilat lidah ketika ditanya macam-macam.

Remnev dan teman-temannya sebagai 'Skywalkers' yang melakukan perjalanan dunia untuk mencari gedung pencakar langit yang tertinggi, paling menakutkan dan paling sulit untuk dicapai puncaknya. Mereka kemudian naik dan berfoto selfie pada ketinggian lebih dari 360m.

Penaklukan terbaru mereka adalah gedung pencakar langit di Hong Kong dan yang mereka butuhkan adalah kamera, tongkat narsis yang dimodifikasi dan kawat baja untuk mengambil gambar yang hasilnya membuat perut kita mulas karena para 'seniman nekat' ini bergelantungan hanya dengan satu tangan, seperti dilansir MailOnline.

"Kami beruntung tidak kepergok polisi, tapi kami mesti berdebat sedikit dengan para penjaga gedung," kata Remnov.

"Setelah menjelaskan misi kami dan kemudian menunjukkan  kamera kami, mereka hanya tersenyum dan membiarkan kita bebas."

Remnov menyebut 'misinya' adalah untuk melihat kota-kota di seluruh dunia 'dari sudut pandang yang berbeda'.

"Apakah itu di puncak gedung atau tempat tertinggi dari pencakar langit, kami ingin menunjukkan kota dengan cara yang baru," katanya.

"Bersama dengan tiga teman saya dari Moskow, kami mampu mencapai tempat tertinggi, sangat tinggi."

"Ada satu momen berbahaya ketika kami mencoba mencapai  puncak dari The Center tower, tapi jadi sesak di bagian puncaknya dan tidak ada cukup ruang untuk kami bertiga  sehingga kami memutuskan untuk turun lagi."

The Center adalah pencakar langit tertinggi kelima di Hong Kong dan ditampilkan dalam film blockbuster The Dark Knight.

Setelah memanjat bangunan-bangunan jangkung di Dubai, Kiev, Paris dan masih banyak tantangan, Hong Kong termasuk tantangan baru."

"Hong Kong adalah salah satu tempat terbaik yang saya kunjungi tapi saya pikir saya akan membutuhkan lebih dari satu bulan untuk mengunjungi puncak gedungnya."


Teori Marvin Zuckerman

Menurut Zuckerman, Sensation seeking dideskripsikan sebagai keinginan untuk bervariasi/beragam, baru, kompleks/rumit, sensasi pengalaman yang mengambil resiko secara fisik, sosial, legal, dan secara finansial demi sebuah pengalaman.

Marvin Zuckerman mengidentifikasi empat komponen dari sensation seeking :

  1. Thrill and adventure seeking: keinginan untuk terikat dalam aktivitas fisik yang melibatkan kecepatan, bahaya.
  2. Experience seeking: mencari pengalaman baru.
  3. Disinhibition: kebutuhan untuk mencari aktivitas sosial yang liar.
  4. Boredom susceptibility: tidak melakukan pengalaman yang berulang, pekerjaan rutin, dan menjadi orang yang dapat diprediksi, dan merasa gelisah jika melakukan pekerjaan yang sama.
Pembahasan menurut teori Marvin Zuckerman

Dari fenomena diatas, Alexander Remnev dan teman-temannya termasuk orang-orang yang memiliki tingkat sensation seeking yang tinggi. Karena mereka melakukan hal-hal yang tidak biasa demi mendapatkan kepuasasan bagi mereka. 
Jika ditinjau dari empat komponen sensation seeking menurut Zuckerman, yaitu:
  1. Thrill and adventure seeking, Alexander Remnev dan teman-temannya selfie diatas gedung-gedung pencakar langit merupakan suatu pengalaman yang sangat melibatkan aktivitas fisik, dan membutuhkan keberanian untuk mencapai atas gedung-gedung tersebut.
  2. Experience seeking, demi mendapat hasil foto yang sangat luar biasa, mereka keliling dunia dan mencari pengalaman baru atau tempat baru untuk mereka melakukan selfie.
  3. Disinhibition, mereka berdebat dengan penjaga gedung tempat mereka akan melakukan selfie.
  4. Boredom susceptibility, Alexander Remnev dan teman-temannya terus mencari tempat-tempat yang baru dan tidak ingin melakukan selfie di tempat yang sama dan tempat-tempat yang mereka kunjungi juga merupakan tempat yang tidak bisa diprediksi untuk dikunjungi orang-orang.