3/23/2014

Teori Vygotsky

Kelompok 3
Ketua       : Sarah Gracia
Anggota   : Caroline Utama
                   Risya Oktari
                   Suryany
                   Abdul Halim


Lev Vygotsky lahir di Rusia pada tahun 1896. Vygotsky percaya bahwa anak aktif dalam menyusun pengetahuan mereka.
Ada tiga asumsi dalam inti pandangan Vygotsky:
  1. Keahlian kognitif anak dapat dipahami apabila dianalisis dan diinterpretasikan secara developmental
  2. kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental
  3. kemampuan kognitif berasal dari relasi sosial dan dipengaruhi oleh katar belakang sosiokultural
Di dalam ketiga asumsi ini Vygotsky mengajukan gagasan yang unik dan kuat tentang hubungan antara pembelajaran dan perkembangan. Ide ini secara khusus merefleksikan pandangannya bahwa fungsi kognitif berasal dari situasi sosial. Salah satu ide unik Vygotsky adalah konsepnya tentang zone of proximal development. Dan ada juga yang disebut scaffolding.
 
Sekarang saya akan menyampaikan pengalaman saya yang berkaitan dengan teori Vygotsky. 

Zone of Proximal Development. Adalah istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu. Jadi, batas bawah dari ZPD adalah tingkat problem yang dapat dipecahkan oleh anak seorang diri. Batas atasnya adalah tingkat tanggung jawab atau tugas tambahan yang dapat diterima anak dengan bantuan dari instruktur yang mampu. Contohnya: sewaktu disekolah tentunya banyak soal-soal yang harus dikerjakan. Awalnya guru menjelaskan materi tersebut. Kemudian guru memberi contoh. Setelah itu memberi soal. Tentunya kalau langsung dikasi soal tidak tau harus menjawabnya bagaimana. Saya pernah mengalami hal seperi itu. Saya butuh bantuan guru tersebut. Atau saya membutuhkan bantuan dari teman saya yang sudah mengerti. Maka saya meminta bantuan kepada guru atau teman saya untuk mengajari dan membantu saya mengerjakan soal yang sulit.

Scaffolding. Adalah dukungan temporer yang diberikan oleh orang tua, guru, dan yang lainnya kepada anak untuk melakukan sebuah tugas sampai si anak dapat melaksanakannya seorang diri.
Contohnya: sewaktu saya SD saya melihat teman-teman yang sudah bisa mengendarai sepeda. Saya pun ingin bisa mengendarai sepeda. Jadi saya meminta kepada orang tua saya untuk mengajari saya mengendarai sepeda. Karena orang tua saya adalah orang yang lebih dewasa dari saya yang dapat mengajari saya Pertama-tama saya disuruh untuk naik sepeda roda empat. Tapi tetap dalam pengawasan orang tua saya. Setelah saya sudah bisa menggunakan sepeda roda empat, maka orang tua saya mulai menyuruh saya untuk mencoba sepeda roda dua. Orang tua saya membantu saya untuk naik sepeda roda dua itu. Orang tua saya mulai dari mendorong saya dari belakang untuk dapat melaju, dan setelah saya sudah mulai terbiasa orang tua saya pun perlahan lahan melepaskannya hingga saya bisa mengendarai sepeda roda dua tersebut sendirian. 
 
Bahasa dan pemikiran. Vygotsky percaya bahwa anak-anak menggunakan bahasa bukan hanya untuk komunikasi sosial, tetapi juga untuk merencanakan, memonitor perilaku mereka dengan caranya sendiri. Penggunaan bahasa untuk mengatur diri sendiri ini dinamakan inner speech atau private speech. Menurut Vygotsky private speech adalah alat penting bagi pemikiran selama masa kanak-kanak. Vygotsky percaya bahwa bahasa dan pikiran pada mulanya berkembang sendiri-sendiri lalu kemudian bergabung. Vygotsky mengatakan bahwa semua fungsi mental punya asal usul eksternal atau sosial. Anak-anak harus menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain sebelum mereka bisa fokus ke dalam pemikirannya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar