6/06/2014

Jenis-Jenis SLB

Kelompok 3
Ketua: Sarah
Anggota:
Caroline
Suryany
Risya
Halim




1)      SLB-A: untuk tuna netra
·         Tuna netra dibagi menjadi dua, yaitu: kebutaan total dan low vision
·         Media-media yang digunakan:
a.       papan baca (kenop)
b.      reglette dan stilus (pena) : alat tulis manual
c.       mesin tik Braille
d.      kaset / tape recorder
·         Metode pengajaran:
a.       metode ceramah
b.      metode tanya jawab
c.       metode diskusi
d.      metode sorogan
→ adanya bimbingan langsung dari guru kepada anak didik sehingga guru dapat mengetahui langsung sejauh mana kemampuan anak didiknya dalam memahami suatu materi pengajaran
e.       metode bandongan
→ kebalikan dari metode sorogan. Guru memberikan penjelasan materi kepada anak didik tidak secara perorangan
f.       metode drill
→ dapat diterapkan jika materi yang disampaikan dan media yang digunakan mampu mendukung mereka untuk memahami materi pelajaran
·         Manajemen kelas: gaya seminar / bentuk U, guru duduk di tengah-tengah murid sehingga dapat berinteraksi langsung dengan murid.
·         Gaya penataan kelas: gaya otoritatif, karena guru yang mengontrol langsung materi yang diberikan kepada murid.

2)      SLB-B: untuk tuna rungu, tuna wicara
·         Media yang digunakan:
a.       audiometer: mengukur taraf kehilangan pendengaran seseorang
b.      hearing aids: untuk mendengar
c.       tape recorder: mengontrol hasil ucapan yang direkam
d.      spatel: membetulkan posisi bicara
e.       audio visual: film, video, tv
f.       cermin: mengucapkan sesuatu dengan artikulasi yang baik
·         Metode pengajaran: Teacher Centered Learning (TCL), metode ini dipilih agar guru dapat membimbing murid secara langsung sehingga para murid bisa fokus pada proses belajar-mengajar.
·         Gaya penataan kelas: gaya auditorium, karena penataan ini membatasi kontak murid tatap muka dan guru bebas bergerak. Ini dapat membantu guru dalam mengawasi seluruh kelas.

3)      SLB-C: untuk tuna grahita
·         Tuna grahita dibagi menjadi dua, yaitu:
a.       educable (retardasi mental ringan) → SLB-C
b.      trainable (retardasi mental moderat) → SLB-C1
 Metode pengajaran: metode ceramah
·         Manajemen kelas:
a.       SLB-C: gaya seminar / bentuk U, guru akan lebih mudah untuk menjangkau murid-muridnya sehingga guru lebih mudah  mengetahui apa yang dilakukan murid dan mengetahui apakah murid sudah mengerti atau tidak
b.      SLB-C1: gaya klaster, gaya susunan kelas dimana sejumlah murid bekerja dalam kelompok kecil. Pada gaya penyusunan ini anak dapat berusaha untuk mengerjakan keterampilan mereka secara bersama-sama. Atau dapat juga digunakan gaya off-set, gaya susunan kelas dimana sejumlah murid duduk di bangku tetapi tidak duduk berhadapan langsung satu sama lain. Gaya ini dilakukan apabila guru ingin menguji murid satu per satu dengan keterampilan yang mereka miliki yang membutuhkan konsentrasi sehingga mereka tidak slaing menggangu satu sama lain
·         Gaya penataan kelas: gaya otoritatif, melibatkan murid dalam kerja sama take and give dan menunjukkan sikap perhatian kepada mereka. Sehingga mereka mampu untuk bekerja sama dengan teman, tidak cepat puas, dan berusaha mencapai penghargaan tertinggi.

4)      SLB-D: untuk tuna daksa (cacat tubuh)
·         Metode pengajaran:
a.       ceramah
b.      diskusi kelompok
c.       praktek (agar lebih mandiri)
·         Fasilitas: terdapat tangga yang rata tanpa anak tangga sehingga memudahkan murid yang menggunakan kursi roda, wastafel rendah agar murid tidak perlu dibantu berdiri untuk mencuci tangan, dll.

5)      SLB-E: untuk tuna laras (emosi)
·         Metode pengajaran: Teacher Centered Learning (TCL), karena dibutuhkan kontrol dari pengajar agar tidak terjadi kecelakaan akibat keterbatasan atau kekurangan pengendalian emosi.
·         Manajemen kelas: gaya kluster dan auditorium, disesuaikan dengan kondisi kelas.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar