6/15/2014

Pengelolaan Kelas


Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan pembelajaran murid. Pengelolaan kelas merupakan kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar efektif di dalam kelas.

Walter Doyle (1986) mendeskripsikan enam karakteristik yang merefleksikan kompleksitas kelas dan potensi problem:
1. Multi-dimensionalitas
2. Aktivitas simultan yang sedang berjalan
3. Kejadian yang terjadi dengan cepat
4. Kejadian yang sering tidak terduga
5. Kurangnya privasi
6. Sejarah kelas
Kelas yang ramai dan kompleks dapat menimbulkan kekacauan dan masalah jika kelas tidak dikelola dengan efektif.

Salah satu kunci untuk mengelola kompleksitas adalah mengelola hari-hari pertama dan minggu-minggu awal masa sekolah secara cermat dan hati-hati. Strategi yang baik untuk memulai kegiatan belajar mengajar adalah:
1. Membangun ekspektasi untuk perilaku dan menghilangkan ketidakpastian
2. Memastikan murid merasakan pengalaman kesuksesan
3. Selalu siap dan dapat dijangkau
4. Selalu bertugas

Prinsip dasar desain lingkungan fisik kelas yang efektif adalah:

1. Mengurangi kepadatan di area yang menjadi tempat lalu-lalang
2. Memastikan anda (guru) bisa melihat semua murid dengan mudah
3. Materi yang sering dipakai dan perlengkapan murid harus mudah diakses
4. Memastikan agar semua murid dapat melihat presentasi kelas

Gaya penataan kelas antara lain:
1. Gaya auditorium: Gaya susunan kelas di mana semua murid duduk menghadap guru
2. Gaya tatap muka: Gaya susunan kelas di mana murid saling menghadap
3. Gaya off-set: Gaya susunan kelas di mana sejumlah murid (biasanya tiga atau empat anak) duduk di bangku, tetapi tidak duduk berhadapan langsung satu sama lain
4. Gaya seminar: Gaya susunan kelas di mana sejumlah besar murid (sepuluh atau lebih) berbentuk lingkaran, atau persegi, atau bentuk U
5. Gaya klaster (cluster): Gaya susunan kelas di mana sejumlah murid (biasanya empat sampai delapan anak) bekerja dalam kelompok kecil

Menciptakan lingkungan kelas yang positif untuk pembelajaran
1. Menggunakan gaya otoritatif. Gaya manajemen kelas otoritatif, akan mendorong murid untuk menjadi pemikir yang independen dan pelaku yang independen tetapi srategi ini masih menggunakan sedikit monitoring murid. Gaya manajemen kelas otoritarian, fokus utamanya adalah menjaga ketertiban di kelas bukan pada pengajaran dan pembelajaran, murid cenderung pasif tidak mau membuat inisiatif aktivitas dan memiliki keterampilan komunikasi yang buruk. Gaya manajemen kelas yang permisif, memberi banyak otonomi pada murid tapi tidak memberi banyak dukungan untuk pengembangan keahlian pembelajaran atau pengelolaan perilaku mereka, murid cenderung punya keahlian akademik yang tidak memadai dan kontrol diri yang rendah.  
2. Mengelola aktivitas kelas secara efektif. Kounin mengungkapkan karakteristik lain yang berhubungan dengan manajemen kelas yang efektif: withitness, mengatasi situasi yang tumpang-tindih, menjaga kelancaran dan kontinuitas pelajaran, dan melibatkan murid dalam berbagai aktivitas yang menantang.
3. Membuat, mengajarkan dan mempertahankan aturan dan prosedur.  Bedakan antara aturan dan prosedur dan pertimbangkan kemungkinan yang tepat untuk melibatkan murid dalam membuat aturan. Aturan kelas harus: masuk akal dan perlu, jelas dan dapan dipahami, konsisten dengan tujuan instruksional dan pembelajaran, dan kompatibel dengan aturan sekolah.
4. Mengajak murid untuk bekerja sama. Agar murid mau bekerja sama maka diperlukan: pengembangan hubungan positif dengan murid, mengajak murid berbagi dan mengemban tanggung jawab,memberi imbalan pada perilaku yang sangat tepat.

Mengelola kelas dan memecahkan konflik secara konstruktif membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik. Tiga aspek utama dari komunikasi adalah: keterampilan berbicara, mendengar dan komunikasi nonverbal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar